Menemukan artikel ini dan sangat layak untuk dibaca dan direfleksikan...di tengah gonjang ganjing FITNA, dan semua ingin angkat senjata.......Kapan ya ada Pak Haji yang bisa bicara seterbuka ini dan tidak hanya menjejalkan dosa dan neraka but yet...mereka memimpin untuk merusak properti publik.......Indonesia rakyat muslimnya terbanyak......apa cuma bisa anarkis saja menyikapi gejala-gejala budaya di Indonesia?
Bambang Sugiharto,
"Filsuf Underground"KOmpas Minggu, 16 Maret 2008 01:02 WIB
Frans SartonoProfesor Doktor Bambang Sugiharto (52) oleh kawan-kawannya dijuluki sebagai ”filsuf underground”. Doktor filsafat yang lulus ”summa cum laude” dari Universitas San Tomasso, Roma, Italia, itu bukan hanya gemar musik rock, tetapi juga dekat dengan komunitas ”underground” Bandung. Di tengah situasi bangsa yang tengah bingung dan korup, Bambang melihat harapan pada kaum ”underground” itu.
”Mau minum apa? Mau whisky cola?,” kata Bambang menawari minuman pada Kompas saat bertandang ke ruang kerjanya di Fakultas Filsafat, Universitas Parahyangan (Unpar), Jalan Nias, Bandung, pada suatu sore yang sejuk awal Maret lalu.”Saya suka strong taste (rasa berani),” kata Bambang yang dikukuhkan sebagai guru besar ilmu filsafat di Unpar pada 16 Desember 2006.
”Sebagai intelektual de facto, saya masih menikmati musik rock. Saya suka Korn, Limp Bizkit, Linkin Park he-he…. Untuk mood tertentu saya masih dengerin itu semua,” kata Pembantu Dekan I di Fakultas Filsafat Unpar.
Apa sebenarnya yang tengah dialami bangsa ini tampaknya ada semacam kebingungan?
Ini kompleks. Saya melihat salah satu sisi masyarakat Indonesia sekarang baru terbangun dalam menyadari hak-haknya, tetapi mereka berbenturan dengan sistem yang tak berjalan baik. Birokrasi yang macet dan etos kerja yang begitu rendah. Mereka berhadapan dengan sistem yang tidak efektif untuk mengelola bangunnya kesadaran atas hak-hak itu. Eksesnya, mereka menjadi over-sensitif terhadap perlakuan sewenang-wenang.Sensitivitas berlebihan itu terungkap dalam anarkisme. Itu cerminan dari kebingungan dalam mengungkapkan hak, otonomi, dan kekuasaan. Kalau saya lihat di televisi, setiap hari pasti ada kekacauan, demo. Entah itu akibat penggusuran, PHK, atau ketidakpuasan lain.
Bagaimana peran tradisi atau agama?Sistem atau pola perilaku baku yang mengendalikan perilaku atau etos kerja itu pun sedang bubrah. Sistem pola baku, entah itu dari tradisi dan agama, kini berhadapan dengan kemungkinan penawaran baru. Akibatnya, pola lama menjadi tidak lagi berwibawa sebagai pegangan. Itu menambah kebingungan.
Korupsi itu bagian kebingungan? Termasuk wakil rakyat sampai jaksa?Hmm... tiba-tiba juga kita sedang terbuka dalam menikmati hidup, menikmati komoditas. Kalau saya lihat di mal saya bertanya bagaimana mereka bisa membiayai beli mainan yang sebenarnya mahal. Saya suka terheran-heran karena situasi ekonomi sulit, tetapi dunia konsumsi meledak.Itu menunjukkan pesona komoditas. Orang yang sudah capai miskin mencari comfort (kenyamanan) supaya bisa mencicipi material. Bagi mereka yang punya akses kekuasaan politik atau finansial yang lebih besar, segera masuk ke wilayah itu dengan membabi buta yang mengakibatkan korupsi dan segala macam itu.
Apa sebenarnya yang berada di balik budaya korupsi?Yang lebih mendasar adalah kesulitan untuk konsisten dan berkomitmen. Korupsi dalam berbagai bentuk itu bukan hanya soal uang, tetapi juga perilaku dan kiblat nilai. Kita sulit sekali konsisten dalam kesetiaan, dalam berkomitmen, dalam religi dan kiblat nilai.Anarki
Sehari-hari Bambang mengendarai Kymco, sepeda motor bebek otomatis untuk mengajar di Fakultas Filsafat Unpar di Jalan Nias. Tetapi, dia juga mengajar di Program Pascasarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan FSRD Maranatha. Kadang dalam sehari ia harus wira-wiri ke tiga kampus itu. Karena Bandung macet, demi efektivitas waktu Bambang memilih motor. Mobil hanya digunakan untuk akhir pekan bersama keluarga.
”Saat naik motor saya alami betapa mudah saya menjadi bagian dari anarki. Godaan menjadi anarkis itu luar biasa. Saya berpikir, motor adalah kekuasaan paling sederhana yang dimiliki masyarakat bawah. Dengan motor, mereka memiliki excitement dan kekuasaan. Mereka sikat trotoar, terabas lampu merah. Situasi jalanan itu persis situasi birokrasi yang parah. Saya pikir itu juga ada kaitannya dengan sistem yang tidak jalan.”
Apakah itu masalah ketidakmampuan mengorganisasi segala sesuatu?Ini masalah ketidakmampuan mengorganisasi diri yang parah. Membenahi angkot saja tak jalan sampai puluhan tahun. Ketidakmampuan, bahkan untuk satu hal yang sederhana, itu sesuatu yang mengerikan. Sementara sistem yang sudah ada tidak jalan. Ketika kohesi kelompok menjadi sangat mengendur hal itu menjadi semakin kacau karena yang terjadi adalah survival of the fittest. Yang penting gue dulu selamat.
Apa sebenarnya di balik anarkisme itu?Pada tataran politik saya kira kita sudah lama berada dalam situasi keterjajahan yang parah. Pada masa Orde Lama, Orde Baru kita terus terjajah. Dalam situasi seperti itu, mau tak mau kekuasaan menjadi menarik. Bukan karena orang bisa menguasai orang lain, tetapi karena kekuasaan adalah privilege, hak istimewa, bukan tanggung jawab.Yang tertanam selama ini adalah atmosfer tertindas dan menindas sehingga dalam setiap pilkada semua orang ingin menjadi gubernur, bupati, bahkan presiden. Ada fenomena tragis waktu caleg, yaitu orang menjual apa pun dengan harapan akan kembali sekian kali lipat. Bahwa itu akses pada kekayaan dan kenyamanan. Saya kira itu motivasi sederhana bagi orang untuk memasuki kekuasaan.
Saya sulit sekali menemukan orang yang bisa saya yakini masuk ke dalam kekuasaan untuk bisa bertanggung jawab, untuk mengubah realitas.
Apakah kita tak punya kultur berorganisas?Saya curiga, itu bukan karena ketidakmampuan berorganisasi. Dalam sistem kerajaan organisasi itu mestinya jalan. Dalam Orde Baru kehidupan masyarakat sangat well organized—terorganisasi dengan sangat baik—sampai tingkat RT, RW. Ada posyandu di desa-desa dan semuanya jalan. Itu yang saya kagumi pada zaman Soeharto, yaitu kemampuan membuat struktur yang dahsyat sekali. Meskipun, tentu saja, ada kelemahan.
Sistem yang top down, dari atas ke bawah?
Ya, sistem top down itu menjadi struktur untuk membungkam aspirasi dari bawah. Itu seperti struktur dalam negara sosialis.Kita lihat yang terjadi sekarang, ketika orang ingin mengungkapkan aspirasi, strukturnya yang menjadi hancur. Ada atmosfer tidak percaya pada struktur.
Krisis identitasDalam situasi bingung dan kacau, Bambang melihat gejala krisis identitas. Orang kehilangan identitas dan bingung mencari pegangan.
”Intelektual merakit sendiri identitas mereka. Mereka tak andalkan kategori baku, seperti agama, suku, atau ideologi. Mereka menjumput dari apa pun. Mereka bangun identitas sendiri dengan bertualang atau mencampuradukkan apa pun.”
Bagaimana nasib kelompok yang belum terdidik?Masyarakat yang kurang terdidik, yang kemampuan kritisnya kurang berkembang, mengalami gerak sentripetal. Mereka kembali ke sistem-sistem harfiah. Pada agama itu bisa disebut fundamentalisme atau apa pun. Itu bisa masuk dalam sistem agama atau etnik.
Gerakan ideologisasi identitas seperti itu sedang berkembang. Ada kecenderungan dalam sistem identitas orang kembali pada sistem yang ada. Mereka tertutup pada kecenderungan kritis dan revitalisasi.
Sebetulnya, hal ini menambah keruh situasi. Dalam situasi seperti ini, identitas kolektif menjadi perpanjangan egosentrisme yang tidak realistis. Itu lebih merupakan identitas kepanikan dalam ketidakmampuan mengelola hal baru yang serba tak pasti. Akhirnya orang berlindung pada sesuatu yang pasti. Itu akan menakutkan karena pasti akan kontraproduktif. Muncul kemudian primordialisme yang berlebihan. Kalau di dalam agama itu adalah puritanisme yang menakutkan. Puritanisme dalam arti harfiah, bukan pada kekokohan pada prinsip moral, tetapi juga pada tendensi pemurnian atau pretensi memurnikan ajaran. Itu menakutkan.Saya tidak mengatakan itu jelek, tetapi ada unsur kontraproduktifnya. Ada unsur mengelakkan tantangan yang sebetulnya riil. Saya kira, kita perlu melihat identitas bukan sebagai sesuatu yang stereotip, baku dan mandek.”Underground”
Apakah ada harapan di tengah kondisi seperti sekarang?Saya melihat ada sementara kelompok yang mengalami gerak sentrifugal. Mereka keluar dari kerangkeng sistem dan membuat sistem sendiri. Keluar dari situasi chaotic (kacau), kelabu, dan pesimistis seperti saat ini saya melihat meriapnya gerakan mikro. Sebutlah itu mikro politik dalam bidang kebudayaan dan pendidikan. Orang mencari jalan sendiri, merevitalisasi diri sendiri, dan menggali kemampuan diri. Itu mengharukan.
Inisiatif, perpanjangan dari individualitas itu ternyata tidak selalu jatuh pada primordialisme sempit. Dari mereka ada gairah membentuk gerakan mikro. Misalnya, ada yang peduli pada situasi pendidikan. Mereka membuat gerakan pendidikan alternatif untuk mengimbangi apa yang tak didapat di sekolah. Daripada mengeluh terus.
Di Bandung ada kelompok kecil yang merintis toko buku alternatif. Mereka menjual buku yang mungkin tak pasaran. Mereka punya komunitas tersendiri.Apakah gerakan underground dari Ujungberung juga masuk dalam wilayah itu?Itu lebih mengharukan lagi. Bagaimana dari kawasan pinggiran itu tiba-tiba muncul kelompok yang menata diri. Dari sudut itu terlihat kemampuan mengorganisasi diri, melembagakan di dalam band-band.
Mereka tidak main-main. Kiblat dan referensi mereka fantastis. Dari wilayah yang kita kira pinggiran itu mereka punya akses internet ke denyut band rock global. Tadinya saya tak percaya, tetapi ketika akhirnya saya terseret masuk ke wilayah seperti itu saya sungguh kagum karena mutu musikal mereka fantastis. Saya tak pernah bayangkan anak Ujungberung memasuki wilayah yang sophisticate dalam bidang rock.
”Sophisticate?”
Ya, Ivan dari Burger Kill yang meninggal itu bacaannya George Orwell, 1984. Riwayat Ivan ditulis Ivan jadi novel. Mereka masuki wilayah sastra. Itu terobosan dari wilayah pinggiran lewat pola mikro sampai akhirnya memasuki wilayah dunia intelektual dengan cara sendiri.Yang menarik, setiap komunitas kecil itu punya koneksi dengan komunitas lain sehingga yang namanya pola organisasi dalam rangka jejaring itu betul-betul riil. Kelompok underground itu juga berkaitan dengan distro, penjual pakaian, dan toko buku. Itu menakjubkan.
Apa harapan dari kelompok mikro-politik itu?Saya tak tahu itu akan bakal jadi apa. Mereka adalah orang-orang yang masuk dalam jalur sentrifugal. Mereka berani menghadapi perubahan situasi dengan nyali dan nalar serta dengan passion yang baru. Mereka menghadapi perubahan tanpa panik, bahkan menyerbu dengan antusias. Ini sesuatu yang menjanjikan.
Mereka bergerak mengandalkan reflektivitas sendiri. Artinya sambil mengamit masa lalu mereka juga mengunyah yang baru, tetapi dengan gaya gue sendiri. Seperti slogan MTV: gue banget.
Mereka dituduh antek kapitalis.Kalau mereka dibilang budak dunia Barat, ternyata mereka punya jawaban canggih. Mereka tahu apa itu wayang, calung. Bahkan si Kimung itu skripsinya tentang sejarah angklung.Anda dekat dengan kaum underground?
Saya pernah diundang kelompok underground. Semula saya ragu-ragu. Bagaimanapun pergaulan saya di wilayah intelektual. Saya memang kenal sama mereka, tetapi ketika harus berhadapan dengan—istilah mereka—begundal-begundalnya, saya takut. Saya pernah diundang bicara dengan mereka. Di luar dugaan mereka semua santun. Sedikit saja ada hal sensitif mereka tepuk tangan.
Bagaimana Anda bicara dengan mereka?Sewaktu saya harus berbicara di depan mereka, saya sempat berpikir, apa mereka mengerti kalau saya ngomong, meski saya sederhanakan. Ternyata mereka mengerti dan sangat apresiatif sehingga citra rock itu kekerasan non-sense. Itu stereotip yang tak benar.
Minggu, 06 April 2008
Indonesia Tanah Air Beta
Tanah airku Indonesia.........negeri elok amat kucinta.......Tanah tumpah darahku yang mulia....kan kukenang sepanjang masa...........
(cuplikan lagu nasional yang indah, entah anak-anak sekarang masih ingat atau tidak...atau bahkan, anak2 seumur gue, apa masih pada bisa nyanyi lagu itu? Kan kukenang sepanjang masa...apa memang Indonesia nan elok tempatnya hanya dalam kenangan?)
Rakyat Nestapa di Negara yang Sarat Rezeki itu judul artikelnya kompas hari ini...sedih banget...dengan ilustrasi bahwa negara ini yang gemah ripah loh jinawi tapi gak pernah mau ambil pusing mengolah apa yang ada, cuma membiarkan semuanya dikeruk perusahaan multinasional dan dijual balik dengan harga tinggi....................ditambah fakta bahwa banyak orang yang mengurangi makan karena gak punya uang untuk makan....dari 3 kali sehari cuma bisa satu kali sehari........walah walah..........mau jadi apa anak-anak negeri ini...? Makan aja gak bisa apalagi sekolah?
Berita berikutnya sama mengenaskannya meskipun gak ada sangkut pautnya dengan pangan :
Ir, singkatan gelar insinyur, di masa kini pasti ada cita-cita yang lebih mutakhir, yakni IC alias ”Idola Cilik”. Anak-anak dan orangtua bertangis-tangisan di televisi, menumpahkan keharuan betapa si anak kini terkenal, disapa semua orang, dimintai tanda tangan. Puji Tuhan.
Itu adalah cuplikan dari kompas pagi ini.......wow...negeriku bangsaku yang tercinta.....semoga banyak yang membaca, semoga bisa ada perubahan menuju kemajuan di negeri ini......
Itulah salah satu alasan yang senantiasa menguatkan untuk tetap jadi dosen UI meski katanya membuat pria lari tunggang langgang atas label arogan, sok tau, sok pintar dan sombong
Indonesia tanah air beta...pusaka abadi nan jaya...........
(cuplikan lagu nasional yang indah, entah anak-anak sekarang masih ingat atau tidak...atau bahkan, anak2 seumur gue, apa masih pada bisa nyanyi lagu itu? Kan kukenang sepanjang masa...apa memang Indonesia nan elok tempatnya hanya dalam kenangan?)
Rakyat Nestapa di Negara yang Sarat Rezeki itu judul artikelnya kompas hari ini...sedih banget...dengan ilustrasi bahwa negara ini yang gemah ripah loh jinawi tapi gak pernah mau ambil pusing mengolah apa yang ada, cuma membiarkan semuanya dikeruk perusahaan multinasional dan dijual balik dengan harga tinggi....................ditambah fakta bahwa banyak orang yang mengurangi makan karena gak punya uang untuk makan....dari 3 kali sehari cuma bisa satu kali sehari........walah walah..........mau jadi apa anak-anak negeri ini...? Makan aja gak bisa apalagi sekolah?
Berita berikutnya sama mengenaskannya meskipun gak ada sangkut pautnya dengan pangan :
Ir, singkatan gelar insinyur, di masa kini pasti ada cita-cita yang lebih mutakhir, yakni IC alias ”Idola Cilik”. Anak-anak dan orangtua bertangis-tangisan di televisi, menumpahkan keharuan betapa si anak kini terkenal, disapa semua orang, dimintai tanda tangan. Puji Tuhan.
Itu adalah cuplikan dari kompas pagi ini.......wow...negeriku bangsaku yang tercinta.....semoga banyak yang membaca, semoga bisa ada perubahan menuju kemajuan di negeri ini......
Itulah salah satu alasan yang senantiasa menguatkan untuk tetap jadi dosen UI meski katanya membuat pria lari tunggang langgang atas label arogan, sok tau, sok pintar dan sombong
Indonesia tanah air beta...pusaka abadi nan jaya...........
Sabtu, 05 April 2008
let's sing d'cinnamon
Good Morning
D’cinnamons
see the sky, so clears o cold, feel the spirit of brighter day today
hear the green saysso peace, so calmfeel the peacefulness and hopefulness today
# Good morning my loveI love you
hear the voicesthey’re singing for you they said ’bout happiness today
fell the wind touch your soulso deep, wake you up…
Back to #
but suddenly…there something disturb all of peacefulnessthere something destroy all of happiness
I never wanna let go this beautiful daythis beautiful daythey’re making soundthey’re making smelldisturb me… disturb me…
akhirnya kutemukan juga lirik lagu ini...............
D’cinnamons
see the sky, so clears o cold, feel the spirit of brighter day today
hear the green saysso peace, so calmfeel the peacefulness and hopefulness today
# Good morning my loveI love you
hear the voicesthey’re singing for you they said ’bout happiness today
fell the wind touch your soulso deep, wake you up…
Back to #
but suddenly…there something disturb all of peacefulnessthere something destroy all of happiness
I never wanna let go this beautiful daythis beautiful daythey’re making soundthey’re making smelldisturb me… disturb me…
akhirnya kutemukan juga lirik lagu ini...............
Otak kok Mati Lampunya Lama Amat?
Otak itu bisa bener2 mati lampu yak?
LUMPUH………..emotionally breakdown………emotionally crashing…………..bangun jam 10 an jam 10.30 baru mampu bergerak……..kopi rokok internet, cetting ma temen2 biasa aja……….baca kompas……..marah2 soal negeri ini…….kuiz facebook……tetep rasanya BT ga ilang2…..mau mikir yang laen ga mampu…pengen ngobrol tapi ga tau ngobrol ma sapa…ambil hp tapi trus bingung sendiri………tadi mau telepon siapa?...........diubah pertanyaannya….kalo gitu sekarang telepon siapa?.........ding ding ding…dudududuu…dadadadaaaaaaaa….gak ada nama yg melintas di kepala…………..ok let’s find some coffee……..buka kopi baru…..tuang ke saringan kopi…….tuang air……….colok mesinnya………on………..hmmm balik lagi aha ke depan kompi……..kembali blank……….cetting ma sihol……..ma japra……..ma sihol lagi…………..hmmm ambil kopi ah…….jalan ke dapur….wangi kopi menyeruak……smile……… J ……..tuang kopi…….ambil gula satu sendok makan……kembali jalan ke kamar………..hmm kopinya wangi……..ganti status YM : the smell of coffee in the morning…….diskusi n’emporte quoi ma sihol……..ketawa ketawa……..sama farah bin japra…….dibikin bengong….gue dibilang nyeleneh…….can’t even start to describe it by words katanya………gue bilang aneh is my middle name malah dibilang nyeleneh………lapar….males cuci rice cooker trus masak nasi…..gak tega makan indomie……..smalam dah indomie-ing……..tapi lapar…….sihol sign out…mikirin tugas2 gue……….baca banyak banget soal feminisme buat bikin makalah……..koreksi ujian media massa………koreksi ujian mitologi……koreksi ujian CO BP II………baca buat critical review nya bu renny…….baca buat kuliahnya aimee dawis………nonton film aja kali ya?...........pilihan jatuh pada tidur lagi……….zzzzzzzzzzzz……….zzzzzzzzzzzzzzzz……it’s almost 4 pm……blum makan dari pagi…….baru kopi dan rokok dan tidur……..gotta get up in some point……..cuci rice cooker…….masak nasi………makan momogi dulu…..mandi……nyalain komputer lagi……makan dulu……telur dadar dan kornet yg ditumis pake cabe dan bawang putih……kenyang………tetep mati lampu kepalanya…nulis2 gak jelas gini……….online lagi…….sepi banget……..nulis lagi…….nyalain lampu depan …….dah magrib………panas……kepala tetep mati lampu……..gak tau lagi deh gimana kelanjutannya………..
LUMPUH………..emotionally breakdown………emotionally crashing…………..bangun jam 10 an jam 10.30 baru mampu bergerak……..kopi rokok internet, cetting ma temen2 biasa aja……….baca kompas……..marah2 soal negeri ini…….kuiz facebook……tetep rasanya BT ga ilang2…..mau mikir yang laen ga mampu…pengen ngobrol tapi ga tau ngobrol ma sapa…ambil hp tapi trus bingung sendiri………tadi mau telepon siapa?...........diubah pertanyaannya….kalo gitu sekarang telepon siapa?.........ding ding ding…dudududuu…dadadadaaaaaaaa….gak ada nama yg melintas di kepala…………..ok let’s find some coffee……..buka kopi baru…..tuang ke saringan kopi…….tuang air……….colok mesinnya………on………..hmmm balik lagi aha ke depan kompi……..kembali blank……….cetting ma sihol……..ma japra……..ma sihol lagi…………..hmmm ambil kopi ah…….jalan ke dapur….wangi kopi menyeruak……smile……… J ……..tuang kopi…….ambil gula satu sendok makan……kembali jalan ke kamar………..hmm kopinya wangi……..ganti status YM : the smell of coffee in the morning…….diskusi n’emporte quoi ma sihol……..ketawa ketawa……..sama farah bin japra…….dibikin bengong….gue dibilang nyeleneh…….can’t even start to describe it by words katanya………gue bilang aneh is my middle name malah dibilang nyeleneh………lapar….males cuci rice cooker trus masak nasi…..gak tega makan indomie……..smalam dah indomie-ing……..tapi lapar…….sihol sign out…mikirin tugas2 gue……….baca banyak banget soal feminisme buat bikin makalah……..koreksi ujian media massa………koreksi ujian mitologi……koreksi ujian CO BP II………baca buat critical review nya bu renny…….baca buat kuliahnya aimee dawis………nonton film aja kali ya?...........pilihan jatuh pada tidur lagi……….zzzzzzzzzzzz……….zzzzzzzzzzzzzzzz……it’s almost 4 pm……blum makan dari pagi…….baru kopi dan rokok dan tidur……..gotta get up in some point……..cuci rice cooker…….masak nasi………makan momogi dulu…..mandi……nyalain komputer lagi……makan dulu……telur dadar dan kornet yg ditumis pake cabe dan bawang putih……kenyang………tetep mati lampu kepalanya…nulis2 gak jelas gini……….online lagi…….sepi banget……..nulis lagi…….nyalain lampu depan …….dah magrib………panas……kepala tetep mati lampu……..gak tau lagi deh gimana kelanjutannya………..
Langganan:
Komentar (Atom)