Jumat, 28 Maret 2008

Sesuatu Yang Asing Datang Menghampiriku

Une chose etrange me rapproche
Me frappe sans coeur....S'enfuit sans promis

Qui est cet existence qui m'exile de mon être?
Qui n'a aucune idée de ma rigueur d'effacer mon désir….?

Terjemahan bebas dari :

Sesuatu yang asing datang menghampiriku
Datang tanpa hati……..Pergi tanpa janji

Siapakah engkau yang telah asingkan aku dari diriku
Dan tak tahu betapa sulit kubuang rindu…
(Teater Siluet – Rochmat Tono)

Udah lupa judul naskahnya……..hahahhahahahha, chat ma K’Angkie tiba2 diminta nerjemahin kalimat itu……wakkkakkkakkkaaaaaa….masih aja euy…it’s been 10 years kali sejak kalimat itu diluncurkan di atas pentas Teater, saat itu Teater 70, gue aja masih SMA……huhuhuhuhuhuhuhu……..memories…………..

Cari suami adalah ganti nama…….diri sendiri harus dibuang…..

Kau dan Aku adalah Kita…..tapi apa benar Kita mengharuskan semuanya jadi lebur? Menurutku Kita adalah 50 % Kau dan 50% Aku. Bisalah ditawar sesekali jadi 70% Kau dan 30 % Aku, atau sebaliknya, tapi tidak boleh menjadi 100% Kau dan 0% Aku ataupun sebaliknya…..

Dunia ini sudah berputar seperti itu sejak dahulu deka….kau tidak akan bisa merubahnya….well, siapa bilang aku ingin merubah dunia?

Pertama-tama, dunia ini kan memang dibangun atas azas patriarki? Kita, para wanita, hidup dalam aturan-aturan, norma-norma dan kebudayaan yang dibangun oleh para laki-laki…..Perempuan sejak dulu tidak pernah diberi kesempatan untuk mengenal dunia lain selain dapurnya atau ladangnya, kemudian, belum sempat mereka mengenal dunia luar, masuklah doktrin Agama, yang tentunya juga sangat patriarkal….Bukan berarti aku tidak mengakui Agama atau tidak ber Tuhan, tapi Agama memang tidak semestinya dijadikan aturan baku, satu-satunya.

Agama itu disebarkan sebagai sesuatu yang indah, pegangan yang menenangkan, bukan dogma yang penuh dengan ancaman…..Tidak akan pernah kulupa bahwa dahulu, kitab-kitab Agama tidak boleh dibaca oleh siapapun kecuali para pemimpin, apa itu bukan berarti bahwa sejak kemunculannya, para pemimpin Agama memang melarang orang untuk berpikir? Dan pada akhirnya, yang sampai di masyarakat luas adalah Agama memang membuat orang tidak berpikir? Begitu boleh dibaca, yang pertama membaca tentunya adalah laki-laki, gender yang pada saat itu diijinkan untuk bersekolah……jadi dimana peran makhluk bernama perempuan?

Aku feminis? Terserah menyebutku apa saja…….tapi itulah pemikiranku. Aku bukan ingin mengubah dunia, aku hanya ingin membuat duniaku tidak menjadi patriarki semata. Aku orang Jawa yang sejak kecil diajarkan untuk menghormati laki-laki dan menganggap mereka makhluk yang harus dilayani. Sekeras apapun aku menolak, di alam bawah sadarku aku memang menyetujui itu yang sudah diindoktrinasi ke dalam setiap jengkal keberadaanku. Namun bukan berarti soumise yang total, atau penyerahan diri yang total………..Kau dan Aku adalah Kita, tapi dalam Kita itu adalah Kau dan Aku, bukan hanya Kau dan bukan hanya Aku.

Aku dengan senang hati akan mengurus dapur, mengurus suami, melayani makan dan semua hal-hal kecil sehari-hari lainnya, tapi jangan lupakan bahwa itu adalah pilihanKu, bukan karena keharusan semata. Aku punya hak bicara dan membuat pilihan.

Deka, kalau laki-laki itu menghilang, kau tidak boleh mengejarnya, kau juga harus diam sama seperti dia…..ego laki-laki lebih besar dari perempuan, terimalah….seseorang mengatakan itu padaku.

WHAT????????? Jadi aku sebagai manusia harus lebur dan tidak lagi menganggap diriku sebagai makhluk yang punya pikiran dan punya hati? Apa yang kurasa saat dia pergi itu tidak penting? Kurasa sudah cukup untuk tidak marah-marah dan menuntut macam-macam, tapi aku perlu sebuah kompromi dengan diriku sendiri mengenai bagaimana aku akan menerima situasi itu kan? Bahwa kemudian aku memutuskan masih ada satu sms manis setiap hari dariku untuknya hingga saat aku sudah yakin pesanku sampai : bahwa aku baik-baik saja, selalu mendoakan dia dan masih merindukannya dalam hidupku….aku menetapkan deadline untuk diriku sendiri, seminggu mengemis sudah cukup dan setelah itu kita biarkan semuanya mengalir, terserah mau bagaimana…..Menurutku itu sudah lebih dari cukup, dan seharusnya tidak mengganggu ego siapapun. Kenapa aku harus 100% memuaskan ego nya dan menganggap diriku sendiri tidak penting?

WOW, aku terdengar sangat Egois…..nah itu dia…saat perempuan mengatakan : “lalu, apa yang kurasakan tidak penting?” semua orang akan bilang “kau egois” dan saat pria yang mengatakan “aku harus pergi dan kau harus terima itu” orang akan berkata “itu wajar, pria kan memang seperti itu”

Terlihat kan betapa kita hidup dalam pakem-pakem budaya patriarki?

Seorang teman berkata lagi “Apakah kau sudah bersikap atau menempatkan diri sebagai perempuan yang sedang mencari calon suami?”

Pernyataan apalagi itu? Memang bagaimana seharusnya perempuan yang sedang mencari suami itu bersikap?

Mundur dari profesi sebagai dosen UI karena setiap laki-laki hanya akan merasa kalah pintar, dan langsung menganggapmu sombong, arogan, angkuh, merendahkan orang lain, sok pintar dan sok tau? Sehingga akhirnya kau tidak akan mungkin mendapatkan laki-laki manapun dengan profesimu?

Ikut program diet, memanjangkan rambut, memutihkan kulit, melepas kacamat dan ikut beauty pageant?

Atau berhenti berpikir, berhenti kuliah S2, jadi anak rumahan, berhenti hangout sampai tengah malam, berhenti merokok dan minum alkohol, dan pake Jilbab?

Atau berhenti bicara dan stating my opinion karena perempuan seharusnya simple dan tidak punya opini?

Gak bawa laptop kemana-mana dan terlihat mobile, diam menunggu dia meneleponmu dan tidak pernah meneleponnya?

Berhenti bicara bahasa Indonesia yang baik dan benar, merubah gaya bicara agar selalu terlihat rendahan dan tidak tau apa2? Merendahkan volume suara dan intonasi bicara yang terdengar mantap?

Aku clueless…….kalau memang diantara pernyataanku di atas ada yang dibenarkan oleh siapapun, wow………mencari suami adalah mengganti namamu…….nama disini berarti mengganti identitasmu….aku bukan deka lagi, aku adalah orang lain….Deka itu dosen sastra Prancis UI yang jam terbangnya tinggi, mobile dan pastinya arogan, sok tau dan sok pintar, sangat Prancis yang suka pake baju seksi, feminis, merokok, minum alkohol dan pulang pagi.

Kalau memang semua laki-laki tidak ada yang mau untuk melihat sisi manusiku di balik semua label yang diciptakan sendiri oleh lingkungan patriarki ini......I am doomed…matilah aku……tidak akan pernah aku memiliki pasangan hidupku yang akan menjalani kehidupan ini bersamaku dan saling menemani menghadapi semua kesulitan….

But then again……apa semua hal itu worthed? Leburkan identitasmu, jadilah makhluk kosong berdaging tanpa hati tanpa pikiran……demi dinikahi atau menikah? (karena tampaknya bagi perempuan hanya pantas konsep dinikahi dan bukan menikah.......bohong besar mereka semua yang sok-sok an bilang menikah)

Rabu, 26 Maret 2008








It Was like a dream…..or was it a dream? A journey to never never land that my books told me when I was a little girl…A trip to honey land and get a treat from winnie the Pooh….get a cuddly hug from the wise and comforting Teddy Bear and playing with eeyore who jump up and down with silly eyes…

A swing hanging from a tree, in the middle of flowery garden…..there were lilies….sunflowers……daisies…..white roses and jasmines……Playing there with the rabbit from alice in wonderland…Cinderella and her Prince Charming walking pass and greet me with a warm hello along with invitation to visit their castle…..

A fairy Godmother and tinkerbell dancing around me, sparkling their magic spell coloured in gold…..blue clear sky, white clouds and green green grass…..of a hut in the middle of forest called home, filled with incredible creatures who always smile and protect me from harm…..not even a sting of bee or a mosquito bite…….

It felt like that…….it really felt like that…..it was like a dream, or was it really a dream?

Nighty night…dream a little dream of me….somewhere out there beneath the pale moonlight……

Deka

Dionysius dan Hermes

betapa ia layak dipuja saudara saudari yang berkenan menikmati hidup.............


Dionysius adalah dewa anggur dan pesta pora yang memperkenalkan kultivasi anggur hingga ke India…..

Dionysus is the productive, overflowing and intoxicating power of nature, which carries man away from his usual quiet and sober mode of living. Wine is the most natural and appropriate symbol of that power, and it is therefore called "the fruit of Dionysus." (Dionusou karpos; Pind. Fragm. 89, ed. Böckh.) Dionysus is, therefore, the god of wine, the inventor and teacher of its cultivation, the giver of joy, and the disperser of grief and sorrow. (Bacchyl. ap. Athen. ii. p. 40; Pind. Fragm. 5; Eurip. Bacch. 772.)
he cured diseases by revealing the remedies to the sufferers in their dreams. (Paus. x. 33. § 5.)
As the Greek drama had grown out of the dithyrambic choruses at the festivals of Dionysus,


Dan..........................................aku ingin sekali terbang seperti sang kurir Tuhan yang mengenakan sepatu dan topi bersayap dari emas......Hermes, the messenger of God yang sanggup mengelabui Apollo

Selasa, 25 Maret 2008

HORE HATIKU MASIH HIDUP

semalam baru bisa tidur jam 3 an.....pagi ini jam 7 kepala dah ngajak bangun padahal mata dan seluruh syaraf motorik gue masih tidur nyenyak......Tersiksa sama isi kepala tanpa dukungan badan, akhirnya kukerahkan seluruh badanku untuk bergerak bangun menuju satu tujuan : KOPI.........namun apa daya.....ketiga tempat penyimpanan kopiku habis pagi ini.....DAMN!!!!! Terakhir kopi hitam nya kubeli di Bali, memang sengaja beli langsung 2 kilo biar buat stock......trus awal bulan kemaren ada pria yang menjanjikan akan membawakan kopi Bangka di akhir bulan ini.....dan aku kembali tersadar, dia dah memilih untuk pergi dari hidupku ya? DOUBLE DAMN!!!!!! hehehehhehehhe......jadi tersenyum sendiri....dunia memang lucu banget ya.....

Melihat kenyataan yang ada, sakaw cafein terpaksa diganti Tein.....jadilah aku ngeteh saja pagi ini......dan biar nambah semangat.......online dulu pagi-pagi, siapa tau dapet senyuman :-)

Makasih Opan udah datang ke kantor pagi-pagi jadi bisa nemenin gue ngobrol.....komentar loe bikin gue pengen nulis blog :

"loa gak lagi stress kan dek?"

huhuhuhuhuhu...............u are so wright my friend......jurusan kandang macan dan konsep diri gue gak bisa terbangun dengan baik gara-gara IP 3.25 dianggap gak cukup.......sudah biasa....stress karena side job 1 berakhir, dah biasa..........hehehhehehhe.......yang tidak biasa? PATAH HATI......

hahahhahahahhahhaha, alhamdulilah hati gue masih ada, masih hidup, cuma mati suri selama beberapa tahun...........makasih Tuhan.....untuk menunjukkan bahwa hati ini masih ada.....hari ini jadi lebih baik rasanya :-)

selamat pagi dunia..................

Kamis, 20 Maret 2008

Komputer.........Hati........Pilihan.......Kebahagiaan



Selamat pagi dunia………..lagi-lagi aku yang menunggu, lagi-lagi aku yang menanti…….rasanya seperti kalah , jika memang hidup itu mengenai kalah dan menang…..Sejak kemarin aku memulai pagiku dengan beres-beres…..perwakilan dari beres-beres hati, aku beres-beres hard disk komputerku J kemaren men-defrag sang mesin pintar, pagi ini ber clean-up si hard disk……….

Komputer ini adalah cintaku………setia menemaniku kerja malam hingga dini hari, setia menemani curhat-curhat bodohku, setia membantuku menghasilkan uang dan juga tidak pernah rewel jika terbentur-bentur ketika kubawa.

Sempat terpikir untuk mendandaninya sedikit kemudian menjualnya dengan harga cukup tinggi, well, 50% dari hari harga beli yang tercinta ini 3 tahun yang lalu sudah cukup untuk membeli sebuah cinta baru yang lebih kecil, lebih canggih…..gila2an kan harga teknologi sekarang? Namun aku rasa aku tak akan pernah kuasa menjual benda ini…..ia bisa saja kujadikan PC yang tak pernah dibawa2 lagi, khusus untuk membuat tugas di rumah, bekerja, internet-an, sementara untuk keperluan mobile kupakai yang lebih kecil…ia akan kupercanggih, lalu akan kubeli yang kecil dan tidak terlalu canggih khusus untuk kepentingan mobile,…….

Kepada sebuah benda saja bisa ada ikatan sedemikian besar……bayangkan kekecewaan dan kegelisahan yang harus kulalui setiap melepas seseorang pergi…..tapi memang luar biasa sang Maha Kuasa itu…pernahkah membayangkan betapa banyak guncangan dan tikaman yang menimpa hati? Namun hati yang jelas-jelas bukan liver itu dan kita tak tahu ada di bagian mana tubuh kita itu, tidak akan pernah berhenti menyayangi, tidak akan pernah berhenti menikmati segala karunia yang Dia berikan……

Aku tidak sedang membicarakan hati-hati hitam yang tak pernah sudi mengenal pagi, namun hanya hati-hati normal yang masih bisa tersentuh indahnya mawar putih yang mekar bersama naiknya sang mentari…..indah, indah dan indah……..

Kalau kata seorang teman, Tuhan itu tidak Maha Kuasa, Tuhan itu hanyalah sekedar answering machine, karena apapun yang ia minta tak pernah dikabulkan, jadi saat ia bicara pada Tuhan, semua itu masuk ke answering machine tak berbalas.

Sebuah kesimpulan yang lucu menurutku, dan ada benarnya……karena memang sering permintaan kita tak terjawab oleh Tuhan bukan? Akan tetapi, demi kesehatan jiwa ku sendiri, aku lebih suka memilih untuk tetap percaya……..pada keajaiban (meski takkunjung datang dan pagi ini aku tetap sendiri kebingungan menatap hidup), pada rahmat dan berkat yang kuasa (ini akan bisa dicari-cari kalau mau), pada kebahagiaan (menurutku yang ini hanya ada di cara pandang dan akan kutulis beribu kata untuk definisikan kebahagiaan suatu hari nanti).

Percaya itu indah…….percaya itu nyaman, percaya itu pilihan…..kadang aku bingung, orang-orang yang rajin beribadah kok ya bisa-bisanya tidak lagi percaya dan skeptis? Ada juga yang rajin beribadah dan percaya buta, seolah-olah tak berakal hanya beriman? Aku sendiri? Tak serajin itu………tapi untukku, lagi-lagi, it’s all about “the choice”

U chose to be happy, u chose to believe, u chose to be sad, u chose to be brokenhearted, u chose ………u chose………u chose……..C’est un choix

Meskipun alam bawah sadar ini sedih……beberapa menit saat bangun tidur rasanya hampa dan devastated…..begitu gaining your consciences, saat itulah pilihan dibuat…..dan pagi ini aku memilih untuk menyalakan komputer, bikin kopi, menyalakan rokok, mendengarkan lagu, bernyanyi sekedarnya, disc cleanup lalu menulis, menulis dan menulis……………….

Have a nice morning everyone…………….

Jumat, 14 Maret 2008

Sebuah Puisi Mengenai Rasa

Rasa Malam ini

Rasanya nyaris tak pernah,
Atau bahkan tak pernah
Hatiku berdegup semantap ini
Dalam penantian

Dahulu semuanya nyaris tak tenang
Atau bahkan memang tak pernah tenang
Menunggu kepastian
Mencari yang paling pasti
Dan memilih ketidakpastian sebagai yang paling pasti

Saat ini rasanya damai
Menantinya sejuk berhembus
Ke seluruh ruang jiwa yang terbakar rindu
Jatuh cintakah aku?

Jumat, 14 Maret 2008

What a crazy week……..he's not there at all but it feels like he's always there beside my path

Selasa, 11 Maret 2008

hidupku hari ini

Teman-teman sakit......teman-teman sedih......ada yang kehilangan orangtua.....tapi hati ini masih dihinggapi cinta......untuknya........terimakasih untuknya yang menemani jiwa ini dan suaranya terngiang-ngiang mendamaikan hati.......

aku belum bisa istirahat, aku masih hidup di dunia liarku.....this is me, this is my life.....hope u can take me as i am

Senin, 10 Maret 2008

lagi-lagi Adorno sekarang tambah Marcuse


Thanks to JSTOR....thanks to WIKI.....jadi Adorno itu mau bilang bahwa society udah terjebak dalam culture industry, yaitu mass industry yang ditumpangi ideologi dengan kesadaran bahwa culture itu gak hanya menciptakan sebuah struktur tapi juga sebaliknya, culture diciptakan oleh sebuah struktur, jadi dilihat sebagai objek.

Alat bantunya adalah teknologi yang bisa sangat manipulatif, contohnya film......dengan adanya montase, lighting, sound, dekupase dll, kemasannya jadi sangat menarik dan orang jadi hanya konsumsi, gak lagi liat ideologi yang sebenernya jadi messagenya. Ideologi yang bermain dalam film seperti ini adalah ideologi menjual, menciptakan culture alias budaya yang didomplengi kekuatan capitalism.

culture industry kesannya dekat dengan high art dan beda dengan massed production tapi ya sama aja.....dari sini terlihat tendensi marxisnya si Adorno.

Yang belum terlihat dari teori Adorno adalah bahwa ada yang namanya true dan false needs....jadi meskipun dia bilang bahwa culture industry itu false needs, kan gak dengan sendirinya high art menjadi true needs? Disinilah Marcuse membuahkan pikirannya mengenai balance antara marxiste dan kapitalis......yaitu bahwa orang memang semestinya kapitalis alias ekonomi minded, tapi jangan kehilangan ideologinya sebagai marxiste yang membuat mereka tetap jadi manusia berpikir, punya conscience bukan hanya kompromis. Kalau itu terjadi, demokrasi bisa terwujud.

Tapi apakah mungkin ada keadaan seperti itu? Tidakkah itu terlalu utopis?

Marcuse kok kayanya ngeliat kebudayaan sebagai hasil, lagi2 objek dan bukan subjek, yang sebenarnya punya kekuatan untuk mengubah sebuah struktur, jadi bisa terjadi perubahan dari bawah bukan sekedar dari atas: mengenai keseimbangan prinsip marxiste dan capitalis ini. Ada interaksi dalam kebudayaan dan interaksi ini yang menjamin kelangsungan kebudayaan.

jadi menurutku............interaksi dalam kebudayaan ini yang penting bukan hanya hasil akhir....tapi saya melihat kebudaayaan dengan segala produk-produknya sebagai hasil interaksi, tukar menukar ganti posisi antara marxisme dan kapitalisme, antara prinsip idealis yang berbasis rakyat dan kebebasan dengan ekonomi kapitalis. Kalau tercapai titik keseimbangan, justru kebudaayaan itu berhenti, karena tak ada lagi interaksi......hanya sesuatu yang stabil, dan membosankan, bagai air tenang tak beriak.......

Adorno CAN wait

Haduh haduh...........someone please explain, kenapa bapak Adorno yang tercinta ngomongin mass culture and cultural industry? sumpe bahasanya gak bangeeeeeeeeeeeettttttttt........Bourdieu seems more logic, padahal secara filsuf Prancis udah pasti muter2 kalo ngomong...bahkan yang sekontemporer Alain Caille juga gile bener...tapi ya ampun....pak filsuf jerman emang rada gila........kagak masuk gue ke bahasa culture nya.......

Why should I care anyway.....kalo societe de consommationnya Baudrillard begitu menarik dan begitu logis menjelaskan fenomena terhegemoninya konsumen dan menghadirkan konformitas alih-alih kesadaran saat mengkonsumsi?

duh blog nya jadi serieus pisan......padahal tadinya pengen cerita cinta, hehehhehe......

GARA GARA ADORNO SIALAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 09 Maret 2008

On friendship and friendship and never ending friendship

Pak….tadinya aku mau telfon,tapi takut ganggu jadi aku sms aja…smoga kamu bahagia&baik2 saja ya hari ini…..aku ga tau kamu ga hubungin aku karena gak bisa atau gak mau, tapi gpp……semuanya aku serahin ke kamu, aku ikut aja apa yang menurut kamu baik

Sebuah sms yang panjang dan merangkum semua yang ingin kukatakan, dirangkai dalaam bahasa Indonesia yang tertata rapi….menyatakan ketakutan kehilangan, keinginan untuk bersama, kekhawatiran akan keberadaannya, kepasrahan dan pernyataan cinta.

Kata-kata yang hanya bisa kurangkai di ujung hari setelah sebuah sore yang panjang dan indah bersama teman-teman sejati….tanpa mereka tak akan mungkin ada keberanian mengirimkan kata-kata itu, tanpa mereka tak mungkin bisa kurangkai perasaan dengan tenang dan pasrah……tanpa mereka…………

Aku orang yang beruntung, kaarena menemukan begitu banyak orang baik yang sudi kupanggil teman. Hidup ini akan sepi tanpa mereka, aku akan kehilangan arahku tanpa mereka. Teman-temanku adalah perpanjangan tangan Tuhan di dunia, yang senantiasa melimpahiku dengan kasih, keceriaan dan semangat kehidupan…….

Aku pernah kehilangan seorang sahabat, direnggut maut karena kecelakaan, 3 tahun yang lalu, dana hingga detik ini masih terasa lukanya. Masih tersisa kata-kata “seandainya……”

“seandainya aku sempat mengatakan terima kasih kepadanya…….”
“seandainya aku sempat mengatakan betapa aku menyayanginya…….”
“seandainya aku sempat mengatakan selamat tinggal, see u in a better place……’
“seandainya……”
“seandainya…….”
“dan seandainya……….”

Betapa pedih dan sedih untuk tau beberapa teman baikku saat ini sedang menderita sakit. Beberapa sakit berat yang cukup berarti, yang membuatku berpikir, jika saja itu terjadi padaku, mungkin aku tak akan sanggup melewatinya……Mereka orang-orang tangguh, orang-orang tabah…….dan rasanya, aku ingin melakukan apapun untuk sekedar meringankan beban mereka…….agar mereka tetap tersenyum dan berbahagia…..

Sungguh berbahagia untuk punya satu teman saja…….betapa beruntungnya aku bahawa Tuhan memberikanku beberapa………..

Jumat, 07 Maret 2008

friendship


Begitu banyak kata-kata manis untuk friendship alias persahabatan.....Begitu banyak deskripsi, tips sampai kuiz tentang friendship......tapi how do you know you really got a friend?How do you know you deserved to be called "a friend"?


All I know is that I'm lucky that i can call these lovely people "my friend"