
Selamat pagi dunia………..lagi-lagi aku yang menunggu, lagi-lagi aku yang menanti…….rasanya seperti kalah , jika memang hidup itu mengenai kalah dan menang…..Sejak kemarin aku memulai pagiku dengan beres-beres…..perwakilan dari beres-beres hati, aku beres-beres hard disk komputerku J kemaren men-defrag sang mesin pintar, pagi ini ber clean-up si hard disk……….
Komputer ini adalah cintaku………setia menemaniku kerja malam hingga dini hari, setia menemani curhat-curhat bodohku, setia membantuku menghasilkan uang dan juga tidak pernah rewel jika terbentur-bentur ketika kubawa.
Sempat terpikir untuk mendandaninya sedikit kemudian menjualnya dengan harga cukup tinggi, well, 50% dari hari harga beli yang tercinta ini 3 tahun yang lalu sudah cukup untuk membeli sebuah cinta baru yang lebih kecil, lebih canggih…..gila2an kan harga teknologi sekarang? Namun aku rasa aku tak akan pernah kuasa menjual benda ini…..ia bisa saja kujadikan PC yang tak pernah dibawa2 lagi, khusus untuk membuat tugas di rumah, bekerja, internet-an, sementara untuk keperluan mobile kupakai yang lebih kecil…ia akan kupercanggih, lalu akan kubeli yang kecil dan tidak terlalu canggih khusus untuk kepentingan mobile,…….
Kepada sebuah benda saja bisa ada ikatan sedemikian besar……bayangkan kekecewaan dan kegelisahan yang harus kulalui setiap melepas seseorang pergi…..tapi memang luar biasa sang Maha Kuasa itu…pernahkah membayangkan betapa banyak guncangan dan tikaman yang menimpa hati? Namun hati yang jelas-jelas bukan liver itu dan kita tak tahu ada di bagian mana tubuh kita itu, tidak akan pernah berhenti menyayangi, tidak akan pernah berhenti menikmati segala karunia yang Dia berikan……
Aku tidak sedang membicarakan hati-hati hitam yang tak pernah sudi mengenal pagi, namun hanya hati-hati normal yang masih bisa tersentuh indahnya mawar putih yang mekar bersama naiknya sang mentari…..indah, indah dan indah……..
Kalau kata seorang teman, Tuhan itu tidak Maha Kuasa, Tuhan itu hanyalah sekedar answering machine, karena apapun yang ia minta tak pernah dikabulkan, jadi saat ia bicara pada Tuhan, semua itu masuk ke answering machine tak berbalas.
Sebuah kesimpulan yang lucu menurutku, dan ada benarnya……karena memang sering permintaan kita tak terjawab oleh Tuhan bukan? Akan tetapi, demi kesehatan jiwa ku sendiri, aku lebih suka memilih untuk tetap percaya……..pada keajaiban (meski takkunjung datang dan pagi ini aku tetap sendiri kebingungan menatap hidup), pada rahmat dan berkat yang kuasa (ini akan bisa dicari-cari kalau mau), pada kebahagiaan (menurutku yang ini hanya ada di cara pandang dan akan kutulis beribu kata untuk definisikan kebahagiaan suatu hari nanti).
Percaya itu indah…….percaya itu nyaman, percaya itu pilihan…..kadang aku bingung, orang-orang yang rajin beribadah kok ya bisa-bisanya tidak lagi percaya dan skeptis? Ada juga yang rajin beribadah dan percaya buta, seolah-olah tak berakal hanya beriman? Aku sendiri? Tak serajin itu………tapi untukku, lagi-lagi, it’s all about “the choice”
U chose to be happy, u chose to believe, u chose to be sad, u chose to be brokenhearted, u chose ………u chose………u chose……..C’est un choix
Meskipun alam bawah sadar ini sedih……beberapa menit saat bangun tidur rasanya hampa dan devastated…..begitu gaining your consciences, saat itulah pilihan dibuat…..dan pagi ini aku memilih untuk menyalakan komputer, bikin kopi, menyalakan rokok, mendengarkan lagu, bernyanyi sekedarnya, disc cleanup lalu menulis, menulis dan menulis……………….

Have a nice morning everyone…………….
Komputer ini adalah cintaku………setia menemaniku kerja malam hingga dini hari, setia menemani curhat-curhat bodohku, setia membantuku menghasilkan uang dan juga tidak pernah rewel jika terbentur-bentur ketika kubawa.
Sempat terpikir untuk mendandaninya sedikit kemudian menjualnya dengan harga cukup tinggi, well, 50% dari hari harga beli yang tercinta ini 3 tahun yang lalu sudah cukup untuk membeli sebuah cinta baru yang lebih kecil, lebih canggih…..gila2an kan harga teknologi sekarang? Namun aku rasa aku tak akan pernah kuasa menjual benda ini…..ia bisa saja kujadikan PC yang tak pernah dibawa2 lagi, khusus untuk membuat tugas di rumah, bekerja, internet-an, sementara untuk keperluan mobile kupakai yang lebih kecil…ia akan kupercanggih, lalu akan kubeli yang kecil dan tidak terlalu canggih khusus untuk kepentingan mobile,…….
Kepada sebuah benda saja bisa ada ikatan sedemikian besar……bayangkan kekecewaan dan kegelisahan yang harus kulalui setiap melepas seseorang pergi…..tapi memang luar biasa sang Maha Kuasa itu…pernahkah membayangkan betapa banyak guncangan dan tikaman yang menimpa hati? Namun hati yang jelas-jelas bukan liver itu dan kita tak tahu ada di bagian mana tubuh kita itu, tidak akan pernah berhenti menyayangi, tidak akan pernah berhenti menikmati segala karunia yang Dia berikan……
Aku tidak sedang membicarakan hati-hati hitam yang tak pernah sudi mengenal pagi, namun hanya hati-hati normal yang masih bisa tersentuh indahnya mawar putih yang mekar bersama naiknya sang mentari…..indah, indah dan indah……..
Kalau kata seorang teman, Tuhan itu tidak Maha Kuasa, Tuhan itu hanyalah sekedar answering machine, karena apapun yang ia minta tak pernah dikabulkan, jadi saat ia bicara pada Tuhan, semua itu masuk ke answering machine tak berbalas.
Sebuah kesimpulan yang lucu menurutku, dan ada benarnya……karena memang sering permintaan kita tak terjawab oleh Tuhan bukan? Akan tetapi, demi kesehatan jiwa ku sendiri, aku lebih suka memilih untuk tetap percaya……..pada keajaiban (meski takkunjung datang dan pagi ini aku tetap sendiri kebingungan menatap hidup), pada rahmat dan berkat yang kuasa (ini akan bisa dicari-cari kalau mau), pada kebahagiaan (menurutku yang ini hanya ada di cara pandang dan akan kutulis beribu kata untuk definisikan kebahagiaan suatu hari nanti).
Percaya itu indah…….percaya itu nyaman, percaya itu pilihan…..kadang aku bingung, orang-orang yang rajin beribadah kok ya bisa-bisanya tidak lagi percaya dan skeptis? Ada juga yang rajin beribadah dan percaya buta, seolah-olah tak berakal hanya beriman? Aku sendiri? Tak serajin itu………tapi untukku, lagi-lagi, it’s all about “the choice”
U chose to be happy, u chose to believe, u chose to be sad, u chose to be brokenhearted, u chose ………u chose………u chose……..C’est un choix
Meskipun alam bawah sadar ini sedih……beberapa menit saat bangun tidur rasanya hampa dan devastated…..begitu gaining your consciences, saat itulah pilihan dibuat…..dan pagi ini aku memilih untuk menyalakan komputer, bikin kopi, menyalakan rokok, mendengarkan lagu, bernyanyi sekedarnya, disc cleanup lalu menulis, menulis dan menulis……………….

Have a nice morning everyone…………….
2 komentar:
First of all dear, i really like the layout of your blog, the color and everything (btw, pilih themes di mana sih, kok di blog gw nggak ada pilihan theme kayak gitu yak? hehehe)...this post was so...i dunno,nyata banget dan...very human (halah, apa sehhh...) soal doa dan tuhan, i just want to say (btw, bukan gw kan yg bilang bahwa doa itu masuk ke mesin penjawab dan tak satu pun doa dikabulkan Tuhan?)...gw justru percaya yang sebaliknya, dalam arti Tuhan nggak pernah NGGAK mengabulkan doa umatnya, God just delivere it by different kinda ways...yg gw tahu sih Tuhan menjawab doa dengan tiga hal: menggantinya, menundanya, atau langsung mengabulkannya! So,mudah2an ini bisa lebih meringankan beban apapun yg lo pikul berkenaan soal doa dan jawaban Tuhan...and then about choices, ihh bener banget. Semua itu adalah pilihan kita, bukan berarti kita jadi percaya mentah-mentah bahwa apapun terjadi karen akita yang bikin dan pilih tanpa melibatkan kekuatan yang jauh lebih besar di luar sana 'cause we do need something to hold on to, some faith, karena individu yang kehilangan pegangan jauh lebih menderita daripada mereka yang tampak kuat dengan kepercayaan pada dirinya tapi kemudian jatuh terpuruk dan nyalahin diirnya abis2an ketika kegagalan menimpa...sometimes we do choice that way, leads us to some paths..tapi ketika sesuatu tiba2 gagal atau sepertinya nggak sesuai yang kita rencanakan, kita juga musti percaya kalau that's the way it is..i tried my best tapi ada sesuatu yang jauh lebih berkuasa yang menuntun kita ke arah yang berbeda...kelihatan terlalu religius atau pasrah? not really, cuma supaya lo nggak menyalahkan diri lu totally aja, dan menyenangkan kadang untuk sedikit pasrah dan melepaskan dirilo sejadi-jadinya pada apapun yang lo percaya jauh lebih besar dan kuat dari diri lo...hehehehe, serius banged yak...udah ah!!! today is march 22nd, ntar sore jadi nonton Chant of Lotus di TIM kan? Mari kita menangis bersama nonton film itu, wuahahahaha!
hahahahhahaha.........hati....pilihan......pasrah......kata-kata indah....gue setuju sekali...karena menurut gue, even Agama pun mestinya dilihat sebagai pegangan, bukan sebagai doktrin yang bikin gak enak sama ortu kalo mau beda. Saat Agama adalah pegangan hidup, akan lebih menyenangkan untuk ngejalaninnya dengan rela dan ihklas bukan?
Posting Komentar