Aku sedih sekali........................ada kabar soal produk besar dan pasta giginya kupakai sejak kecil tak pernah ganti begitupula dengan sabun Lux nya yang sering sekali gue beli...ternyata minyak nya diambil dari perkebunan kelapa sawit Ilegal...Berarti........mereka menebang hutan seenaknya,bikin perkebunan kelapa sawit yang ga bayar pajak, bayar petani juga murah, mengusir orangutan dan suku2 asli setempat.......cuma supaya produk mereka bisa murah dan berkualitas.......Sumber dari Greenpeace dan Mbak Titiek yang kerja di perusahaan Perhutanan...Pas BIlang sama salah satu temen yang well educated, nonton national geographic dan discovery channel, reaksinya cuma "terus kenapa?" then............dia bilang "Gue sih ga peduli, biarin aja, yang penting gue dapet produk murah dan bagus".......
Gue gak maksa semua orang peduli apalagi brenti beli produknya, but at least ada sedikit kepedulian untuk berkomentar "tau dari mana loe?Gosip kali..." atau "masa sih?" udah deh gitu aja...tapi kalo dah ber statement kaya diatas...........widiiiiiiiihhhhhhhhh Aku tidak terima...Kalo lawan bicara gue gak berpendidikan baik, gue akan menganggap reaksinya wajar.....Ini adalah salah satu most educated friend yang tadinya gue pikir akan bisa diajak discussed soal ini...bahkan untuk ngomongin ini pun udah ga peduli lagi........duh duh duh.......negaraku bangsaku yang tercinta.....Gue emang ga bisa dan ga akan pernah bisa mungkin untuk do something buat negeri ini...tapi seperti yang dibilang orang2 religius itu soal : niat aja dah dapet satu nilai kok.....at least ada peduli nya dong...ada tindakan kecil nya............
Hidup lo nyaman...hidup lo susah....tapi kan tetep bagian dari negara yang bobrok ini bukan? Lo merasa jauh dari negara dan bangsa sendiri,makanya gak peduli sama sekali, yang penting hidup gue normal bisa cari duit etc.....tapi..............untuk apa kita berpendidikan agak lebih, kalo untuk peduli hal2 sekecil ini aja gak mampu???????????????????
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar