Selasa, 08 Juli 2008

Malam Matahari dan Diriku

Aku, si perempuan pecinta bintang dan rembulan di langit malam….yang menikmati dengan sempurna sejuknya angin dingin tanpa matahari membalut langit, merasa terselimuti hitam pekat cakrawala yang menyerupai beludru di mataku yang sepertinya juga selalu berbinar jika malam datang.

Aku tak pernah mampu miliki pagi, malam terlampau mempesona untuk ditinggalkan meski sekejap, seandainya dapat memilih, malam adalah temanku, pelindungku dan dalamnya aku suka hidup. Apa itu matahari? Aku suka sinarnya, aku suka betapa dengan biasnya dedaunan terlihat hijau dan air terlihat biru, namun bagaimana mungkin kumiliki malam sekaligus siang?

Aku, si perempuan malam, pantas saja aku selalu tertarik pada gairah matahari. Orang-orang yang bisa bersinar seterang matahari memang selalu menarik dan mampu memberkaskan sinar pada langit malamku, lagipula bukankah bulan pun bersinar berkat pantulan cahaya matahari?

Tidak ada komentar: